4 Gaya Hidup yang Bisa Jadi Penyebab Timbulnya Penyakit Hati

4 Gaya Hidup yang Bisa Jadi Penyebab Timbulnya Penyakit Hati

4 Gaya Hidup – Gaya hidup yang Anda jalani tanpa Anda sadari bisa menyebabkan timbulnya penyakit hati.

Penyakit hati bisa meliputi hepatitis, sirosis, dan kanker. Penyakit hati yang sudah parah bisa menyebabkan gagal hati.

Mengutip beberapa sumber, penyakit ini cenderung berkembang secara diam-diam dan sering kali tanpa gejala.

Pada saat Anda mengetahui bahwa Anda mengidapnya, penyakit ini mungkin telah berkembang ke stadium lanjut.

Itu sebabnya identifikasi dini terhadap gaya hidup yang berisiko menyebabkan timbulnya penyakit hati sangatlah penting.

Baca terus artikel ini untuk tahu gaya hidup seperti apa yang bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit hati.

Gaya hidup seperti apa yang menyebabkan timbulnya penyakit hati?

Di lansir dari Very Well Health dan Health Central, faktor gaya hidup berperan besar terhadap penyakit hati.

Berikut gaya hidup yang bisa menjadi penyebab penyakit hati, terutama jika Anda memang memiliki kecenderungan genetik untuk terkena penyakit hati:

Minum alkohol

Kebiasaan minum alkohol adalah gaya hidup tidak sehat yang merusak hati, terutama jika Anda suka mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Ketika Anda minum alkohol, hati adalah organ yang akan memecahnya untuk kemudian di buang keluar tubuh Anda.

Menurut penjelasan Health Central, pemecahan alkohol di hati, menyebabkan penumpukan lipid atau lemak di organ.

Baca Juga : Gaya Hidup yang Bisa Bikin Lebih Sehat dan Panjang Umur

Seiring waktu, lemak tersebut dapat merusak fungsi hati dan menyebabkan organ ini meradang dan membesar. Kondisi ini di sebut sebagai penyakit hati berlemak terkait alkohol (alcoholic fatty liver di sease).

Jika tidak di tangani, kerusakan hati itu menyebabkan jaringan parut menggantikan jaringan hati yang sehat (di kenal sebagai sirosis). Jenis kerusakan ini tidak dapat di perbaiki, sehingga menyebabkan penyakit hati kronis.

Memiliki berat badan berlebih

Pola makan tidak sehat dan perilaku yang tidak banyak bergerak (perilaku sedentari) merupakan gaya hidup yang bisa menyebabkan obesitas.

Menurut Very Well Health, memiliki berat badan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit, termasuk di abetes dan kolesterol tinggi.

Hal ini pada gilirannya meningkatkan risiko penyakit hati berlemak nonalkoholik (non-alcoholic fatty liver di sease/NAFLD).

Dengan kondisi ini, lemak menumpuk di hati, meningkatkan risiko sirosis dan kanker.

Menurut National Institute of Di abetes and Di gestive and Kidney Diseases, sepertiga hingga dua pertiga penderita diabetes tipe 2 menderita NAFLD, dan penyakit ini terjadi pada lebih dari 90 persen orang yang mengalami obesitas parah.

Mengkonsumsi suplemen

Kebanyakan orang beranggapan mengonsumsi suplemen secara teratur akan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan.

Namun, faktanya risiko penyakit hati bisa semakin besar, jika terlalu banyak dan sering mengonsumsi suplemen, bahkan termasuk yang berlabel “herbal”.

Hingga 20 persen cedera hati di sebabkan oleh suplemen, menurut keterangan Very Well Health.

Menurut artikel tahun 2022 di jurnal Gastroenterology and Hepatology, tumbuhan yang paling sering di kaitkan dengan kerusakan hati meliputi:

  • Camellia sinensis
  • Garcinia┬ácambogia
  • Ginkgo biloba
  • Produk herbalife
  • Teh kombucha

Banyak dari suplemen ini di kemas untuk menurunkan berat badan atau menambah energi.

Paparan racun

Organ hati kita memiliki tugas besar dalam menyaring racun. Racun ini bisa berasal dari apa saja yang masuk dalam tubuh Anda.

Selain alkohol, racun bisa berasal dari pestisida dalam produk makanan, obat-obatan, dan emisi kendaraan.

Semakin banyak racun yang bersentuhan dengan hati Anda, semakin besar kemungkinannya Anda terkena penyakit hati.

Jika Anda bekerja atau tinggal di lingkungan yang memiliki paparan bahan kimia lebih besar dari rata-rata (misalnya, tinggal di dekat pabrik atau peternakan komersial besar), sebaiknya konsultasi rutin dengan dokter tentang kondisi kesehatan hati Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *